← Kembali ke Berita

Inkubator Bisnis Kadin Agam Terima 20 Startup Baru

Inkubator Bisnis Kadin Agam Terima 20 Startup Baru

Inkubator Bisnis Kadin Kabupaten Agam resmi membuka program inkubasi angkatan kedua dengan menerima 20 startup baru yang akan dibina dan dikembangkan selama 6 bulan ke depan. Startup-startup ini dipilih dari 75 pendaftar melalui proses seleksi yang ketat berdasarkan inovasi, potensi pasar, dan komitmen founder.

Program Inkubator Bisnis ini merupakan salah satu program unggulan Kadin Agam dalam mendorong ekosistem startup dan kewirausahaan di Kabupaten Agam. Angkatan pertama yang telah menyelesaikan program inkubasi berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dengan 80% startup masih beroperasi dan berkembang.

Profil Startup yang Diterima

20 startup yang lolos seleksi berasal dari berbagai sektor bisnis:

  • 5 startup di bidang agritech dan pengolahan hasil pertanian
  • 4 startup di bidang digital commerce dan marketplace lokal
  • 3 startup di bidang edutech dan pelatihan online
  • 3 startup di bidang kuliner dan food delivery
  • 2 startup di bidang fintech dan payment solution
  • 3 startup di bidang creative industry dan fashion

Program Inkubasi

Selama 6 bulan program, para startup akan mendapat berbagai bentuk pembinaan dan pendampingan intensif. Program mencakup mentoring bisnis dari praktisi berpengalaman, pelatihan digital marketing dan branding, workshop financial management, serta akses ke fasilitas co-working space yang telah disiapkan Kadin Agam.

Selain itu, para peserta juga akan mendapat kesempatan untuk pitching kepada investor, networking dengan komunitas bisnis, dan akses ke program-program Kadin Agam seperti business matching dan pameran produk. Setiap startup juga akan mendapat mentor yang akan mendampingi secara personal sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Dukungan dan Fasilitas

Ketua Kadin Agam, Bapak Ahmad Syahrial, menyatakan bahwa program inkubator ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. "Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam, perbankan, dan para mentor yang telah mendukung program ini. Dengan ekosistem yang kondusif, kami yakin startup-startup ini dapat tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian daerah," ujarnya.

Peserta program inkubator juga mendapat akses ke berbagai fasilitas pendukung seperti legal clinic untuk konsultasi perizinan, akses ke platform digital marketing, serta kemudahan dalam mengajukan pembiayaan kepada lembaga keuangan yang menjadi mitra Kadin Agam.

Harapan dan Target

Salah satu peserta inkubator, Andi Pratama, founder dari startup agritech, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan mengikuti program ini. "Kami sangat bersemangat untuk belajar dan berkembang. Dengan bimbingan dan fasilitas yang diberikan, kami optimis dapat mewujudkan visi kami untuk membantu petani lokal memasarkan produk mereka secara digital," katanya.

Program inkubator ini menargetkan minimal 70% peserta dapat melanjutkan dan mengembangkan bisnis mereka setelah program selesai. Kadin Agam juga berkomitmen untuk terus membuka program inkubator secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekosistem startup di Kabupaten Agam.